Digelar Hari Ini, Melihat Tradisi Bakar Tongkang di Rohil
Minggu, 11 Juni 2017 - 14:12:25 WIB
SULUHRIAU, Rohil- Tradisi Bakar Tongkang 2017 di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau digelar hari ini Ahad, (11/6/2017) siang hingga sore.
Namun, festival bakar tongkang yang digelar tiap tahun sudah dimulai sejak kemarin (10/6/2017). Jadwal undangan acara utama Bakar Tongkang pada pukul 13.00 WIB hingga selesai di Jl Paniangan Bagan Siapi-api.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Rohil Ali Asfar, mengatakan, kegiatan tahunan ini nyaris tidak jauh beda dengan yang tahun sebelumnya, namun kini pemerntah Rohil lebih mematangkan kesiapannya menerima tamu untuk membawa ke destinasi yang ada di Rohil, termasuk Pulau Jemur nan indah.
Trayek jalur wisata "Tour Pulau Jemur" untuk para pengunjung khususnya dibuka. Mereka yang hadir di Festival Bakar Tongkang akan mencakup perjalanan Pergi-Pulang (PP) dengan kapal ferry, dengan biaya Rp 280 ribu dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam dan ini akan berakhir saat selesainya acara Bakar Tongkang.
Festival Ritual Bakar Tongkang Rohil ini sudah menjadi destinasi Wsiata Nasional dan Internasional.
Tongkang dibakar, warga penuh kegembiraan. Bakar Tongkakang, budaya tak Lapuk telan zaman di Bagan Siapiapi Rohil setiap tahunnya dilakukan oleh masyarakat etnis Tionghoa. Ritual ini satu-satunya di dunia dan hanya ada disini dan menjadi ivent nasional serta menjadi wisata yang khas dari Kabupaten Rohil, Riau.
Sejarah budaya bakar tongkang ini berawal dari berangkatnya beberapa keluarga dari daratan China untuk mencari tempat kehidupan yang baru. Pada saat itu beberapa keluarga ini merantau dengan mengunakan kapal kayu dan sampailah mereka disuatu tempat yakni Bagan.
Lalu mereka melihat adanya cahaya dan kemudian tanpa berfikir panjang, mereka langsung bergegas menuju asal cahaya tersebut yang ternyata adalah kumpulan kunang-kunang (binatang bercahaya saat malam hari) di atas tempat penampungan ikan (Bagan).
Setelah beberapa lama berada di tempat tersebut, para perantau asal China ini merasa bahwa tempat itu adalah tempat yang sangat nyaman bagi mereka tinggali. Sehingga para perantau membakar kapal mereka sebagai tradisi atau simbol tidak akan kembali serta sebagai bentuk sesajen atau ritual bagi dewa mereka yang telah memberikan tempat kehidupan baru.
Makan budaya bakar tongkang menjadi ritual yang dilaksanakan sampai saat ini sebagai mengenang nenek moyang mereka yang telah membawa mereka ke daerah ini (Bagansiapiapi). Setiap tahunya, ribuan masyarakat etnis Tionghoa berbondong-bondong mengikuti acara bakar tongkang.
Setiap ritual Bakar Tongkang digelar, bukan hanya warga Tionghoa yang meramaikannya datang ke Kota Bagansiapiapi. Selain masyarakat Tionghoa setempat, ribuan warga Tionghoa yang berada di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, pulang kampung. Mereka tak ingin melewatkan kesempatan langka menyaksikan ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan setiap bulan Juni setiap tahunnya.
Suasana Rohil kini bertepatan acara festival tongkang memerah. Berbagai ornamen khas Tionghoa menghiasi sepanjang jalan, terutama di Jalan Perniagaan yang didiami banyak warga Tionghoa.
Bakar Tongkang telah masuk dalam kalender pariwisata Nasional. Bagi etnis Tionghoa Bagansiapiapi, Bakar Tongkang atau yang dikenal dengan Sio Ong Cuon meruapakan puncak kemeriahan yang dilakukan secara besar-besaran.
Tahun 2017, event Bakar Tongkang tetap diharapkan sukses. Disbudparpora Rohil berkeinginan Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, terkenal ke seluruh pelosok dunia.
Dalam acara tahun ini, seperti biasa, Gubri Arsyadjuliandi Rachman dengan kepada daerah se Riau diundang. Bahkan juga dihadiri tamu-tamu luar negeri maupun dalam negeri. Seperti dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, Australia.
Pemkab berharap, momen yang bakar tongkang dapat mendatangkan para investor masuk ke Rohil. Karena, wilayah Rohil memiliki potensi yang dinilai begitu besar, salah satunya potensi pariwisata. [chr]
Komentar Anda :