Akan Dijadikan Event Nasional
Ribuan Warga dan Pejabat Berbaur di 'Rayo Onam' di Bangkinang
Minggu, 02 Juli 2017 - 20:07:00 WIB
SULUHRIAU, Bangkinang- Tepat Ahad (2/7/2017) atau enam hari syawal masyarakat Kampar yang dipusatkan di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang, menjalankan
raya puasa enam dan ziarah kubur.
Tradisi ini sudah berjalan sejak ratusan tahun silam dengan turun-temurun hingga kini. Hari Rayo Onam (Hari Raya Puasa Enam-red) dan ziarah kubur tahun ini, juga tidak kalah ramai dan semarak. Ada kitar 7000 warga dan turut pula dihadiri sejumlah pejabat termasuk Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Aziz Zaenal dan jajaran, Walikota Pekanbaru Firdaus, bahkan juga hadir Balon Gubri antara lain Syamsuar, tokoh ada tetua,
bahkan dari rantau ikut meramaikan tradisi ini. Hari Rayo Onam ini digelar setelah melakukan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal. Puasa sunnah enam hari itu dilakukan sehari setelah memperingati hari raya Idul Fitri.
Merayakan Raya Puasa enam ini erat kitannya dengan silaturrahmi, perayaan dengan ziarah kubur ke makam-makam yang ada. Sebelum ziarah kubur, terlebih dahulu dilaksanakan takziah dan doa bersama oleh Imam Masjid Jami' Bangkinang.
Doa digelar di depan Masjid, dimana terdapat makam para ninik mamak masyarakat Muara Uwai.Usai berdoa dan ziarah kubur, masyarakat pun saling bersalaman antar sesama peziarah. Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama di Rumah Tuo, yang tak jauh
dari Masjid Jami' Bangkinang.
Berbagai makanan ciri khas Bangkinang, seperti, roti jala, lapek bugi, lemang tapai, lomang pasung, lontong soto dan jenis makanan lainnya dihidangkan.
Perayaan hari raya enam diawali dengan kata sambutan Tokoh Masyarakat, Drs H Sudirman Datuk Patio, yang juga Sekretaris Lembaga Adat Kampar. "Ziarah kubur ini, ucap Sudirman, nengingatkan kita semua pada kematian", katanya.
Sudirman menambahkan, ziarah kubur ini adalah sunah Rasullullah. Kemudian oleh para ulama di Bangkinang mengemasnya sehingga dilaksanakan secara bersama-
sama usai melaksanakan puasa enam setelah Idul Fitri.
Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, tradisi ziarah di Bangkinang ini tidak akan pernah habisnya. Dan harus terus dilanjutkan oleh seluruh masyarakat Bangkinang. Selain menyampaikan doa, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kabupaten
Kampar.
Dalam kesemepatan itu, Gubernur juga meminta izin kepada masyarakat Muara Uwai dan ninik mamak, untuk menjadikan tradisi ziarah kubur sebagai salah satu ivent Pariwisata Riau. Gubri menilai dalam setiap kegiatan di Muara Uwai ini lebih dari seribu orang yang hadir. Dan
bisa menjadi salah satu penarik wisatawan, terutama bagi negara tetangga.
"Acara yang sudah turun temurun ini akan kita jadikan sebagai destinasi pariwisata Riau. Insya Allah tahun depan kita akan mengundang tamu yang lebih banyak," kata Gubri.
Acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat dengan berpakaian muslim dan berselendang kain sruny, baik dari muara Uwai dan dari luar daerah, sudah mulai tampak
memadati Masjid Jami' Bangkinang. [syf]
Komentar Anda :