Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Ada Aliran Sesat Shalat Hadap Matahari, Kini Sudah Dihentikan
Sabtu, 15 Juli 2017 - 10:49:19 WIB
Ilustrasi (int)

SULUHRIAU- Warga Kampung Bojong, Desa Cipacing, Kecamata Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dibuat heboh dengan ajaran salat menghadap arah matahari. Aliran itu diduga dipimpin oleh perempuan bernama Elah.

Ketua RW 15, Engkus Kusman, membenarkan informasi tersebut. Engkus menyebut Elah sebagai pimpinan pengajian di kampung. Elah mengajar mengaji Alquran untuk kalangan ibu-ibu setempat dan anak sekolah.

"Elah memerintahkan santrinya salatnya menghadap ke matahari. Saya tahu cerita dari santri dan tidak pernah menyaksikan," ucap Engkus.

Engkus mengaku kaget setelah mendengar pengakuan para santri bahwa mengaji di madrasah milik Elah harus membaca kalimat syahadat kembali.

"Orang tua banyak yang tidak menerima, sehingga warga sekampung menjadi geger," ujarnya.

Engkus mengungkapkan kegiatan tersebut sebelumnya pernah dilakukan Elah di kampung sebelah, tepatnya di Kampung Babakan Sukamulya, Desa Cipacing. Namun Elah malah diusir warga.

"Sebelumnya biasa-biasa saja, orang tua juga. Rapi tidak ada kecurigaan, namun lama-kelamaan ada salah satu murid yang sadar dan melaporkannya ke orang tuanya," ungkap Engkus.

Apalagi, setelah membacakan kalimat syahadat tersebut, anak-anak tersebut diakui sebagai murid Elah.

"Katanya, 'Bilamana nanti ditanya (malaikat) oleh siapa disyahadatin, bilang ku (sama) Ibu'," tambahnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang menegaskan aliran itu sudah berhenti aktivitasnya.

"Aktivitas pengajian sudah dihentikan. Tidak ada pengajian ibu-ibu atau remaja, semuanya sudah diserahkan ke Ketua RW," kata anggota Majelis Fatwa MUI Sumedang Dadang Wahyudi dilansir detik.com Sabtu (15/7/2017).

Dia mengatakan MUI belum melihat aliran tersebut. Aliran salat hadap matahari baru sebatas pengakuan murid-murid Elah. Dadang menduga, maksud shalat menghadap arah matahari yaitu posisi salat mengarah ke timur.

"Salat menghadap arah matahari baru ungkapan dari murid-muridnya, belum ada indikasi praktik," kata Dadang.

MUI masih terus menghimpun informasi. Dadang menegaskan di wilayahnya tidak ada masyarakat yang melaksanakan praktik salat menghadap ke arah matahari. "Tapi kalau dulu di Pakenjeng Garut mah ada, dan saya pernah dengar," ujarnya.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat