Syahril Abubakar Resmi Dikukuhkan Ketua DPH LAM Riau
Sabtu, 29 Juli 2017 - 16:57:01 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Syahril Abu Bakar dan dikukuhkan sebaagai Ketua DPH LAM Riau Masa Khidmat 2017-2022.
Penabalan atau pengukuhan Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Syaril dan jajaran kepengerusan Majlis Kerapatan Adat (MKA) dilakukan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Balai Adat Melayu Riau Jl Diponegoro, Sabtu, (29/7/2017).
Ketua MKA dipercayakan kepada Al Azhar. Sementara Ketua DPH LAM Riau dipercayakan kepada Syahril Abubakar.
Turut hadir Forkopimda diantaranya Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim. Kemudian para bupati/walikota seperti Bupati Siak Syamsuar, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir. Konsul Malaysia Hardi Hamdi, serta alim ulama serta tokoh masyarakat.
Prosesi penabalan berjalan lancar. Gubernur Riau yang juga bergelar Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau saat menyampaikan sambutannya mengatakan, LAM Riau berdiri sejak 1970 lalu bertujuan untuk menggali melindungi serta mengembangkan adat istiadat Melayu di Riau. Hal ini tidak lain, guna mewujudkan masyarakat yang berbudaya Melayu yang maju, adil dan sejahtera.
Pemerintah Provinsi Riau sendiri menyambut positip, baik atas prosesi penabalan mau pun dalam hal visi misi LAM ini sendiri. Hal itu sejalan dengan misi yang dibebankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yakni Dinas Kebudayaan.
"Antara LAM Riau dan Dinas Kebudayaan yang baru saja diresmikan keberadaanya sama-sama menumpukan program pada pelestarian adat dan kebudayaan," kata Gubri.
Harus diakui tambah Andi sapaan akrab Gubri, bahwa adat-budaya masyarakat Melayu Riau masa lampau mewariskan kahasanah yang kaya berupa nilai, norma dan kearifan dan kekayaan alam yang berlimpahruah. Dan masa kini, hampir seluruh warisan tersebut mengalami pendangkalan makna, pelemahan fungsi, penyempitan ruang, untuk kemudian terlupakan, sehingga semangat integritas, semangat kebersamaan seperti tertinggal di dermaga masa lalu.
Pemprov Riau selain melalui OPD terkait seperti Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan OPD terkait lainnya, juga menumpukan harapan kepada organisasi kemasyarakatan, termasuk kepada LAM Riau.
Sehingga organisasi ini mampu mengembalikan warisan adat-budaya Melayu menjadi kenyataan di Provinsi Riau pada masa kini. Masa kini dan masa depan, akan mengalami pengurangan makna tanpa berlandaskan pada masa lalu, dalam hal ini sejarah.
Ia mengharapkan baik dari LAM Riau mau pun Dinas Kebudayaan yang dibentuk Pemprov Riau harus sama-sama bersinergi, untuk mewujudkan visi misi yang untuk memajukan masyarakat yang berbudaya Melayu. [has]
Komentar Anda :