Komunitas Adat Terpencil Perlu Perhatian Khusus Pemerintah
Selasa, 14 November 2017 - 19:28:48 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Komunitas adat terpencil (KAT) perlu perhatian khusus dari pemerintah agar kat tidak menjadi korban dari percepatan proses akulturasi.
Proses akulturasi yaitu proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat atau percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.
Teresia Martina Marwanti, Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung saat menjadi nara sumber dalam rapat koordinasi pemberdayaan fakir miskin, KAT dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainya Selasa, (14/11/2017) di Pekanbaru.
Ia menjelaskan, pesatnya kemajuan teknologi perubahan iklim seperti pemanasan global, kondisi alam yang berubah-ubah dapat menyulitkan masyarakat rimba.
Selain itu peningkatan jumlah penduduk juga menyebabkan kat memerlukan perhatian khusus, perkembanganan pengelolaan kawasan hutan yang dilakukan perusahaan juga mempersempit ruang yang selama ini dijadikan tempat tinggal KAT.
Maka saat ini merupakan saatnya memberikan perhatian khusus kepada KAT.
Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim yang membuka rapat koordinasi tersebut menjelaskan Kementerian Sosial sudah membentuk tim pakar dewan yang mendampingi KAT.
Pendampingan dilakukan karena adanya perubahan iklim, termasuk bencana kabut asap yang masih terjadi di Indonesia. [slt]
Komentar Anda :