Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Kasihan, 6 Burung Kakatua & Nuri Disekap di Paralon Hendak Diselundupkan Mati
Sabtu, 18 November 2017 - 11:26:45 WIB
Burung Nuri Bayan yang disekap di paralon. (Foto: Dok. AFP/dtc).

SULUHRIAU- Seratusan ekor burung hias ditemukan di dalam pipa paralon berukuran sempit saat hendak diselundupkan dari Maluku Utara. Ada 6 ekor yang ditemukan mati.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, ada 127 (sebelumnya disebut 125) burung hias yang diselundupkan dari Labuha, Maluku Utara. Jumlahnya ada 87 ekor burung Nuri Bayan (sebelumnya ditulis Beo) dan 40 ekor burung Kakatua.

"Polres Halmahera Selatan telah menangkap dan mengamankan barang bukti berupa 87 ekor burung Nuri bayan dan 40 ekor burung Kakatua putih yang berasal dr Ds Ranga Ranga, Batonang dan Boso Kec Gane Timur, Halmahera Selatan dan telah menahan 4 orang tersangka," ujar Siti dilansir dari detik.com, Sabtu (18/11/2017).

Namun sungguh malang nasib burung yang dimasukkan ke dalam paralon kecil ini, ada 6 ekor yang kemudian mati. Belum diketahui jenis burung apa yang mati itu.

"Dalam perjalanan yang cukup jauh (antar pulau) maka ada 6 ekor burung yg mati di perjalanan," sebut Siti.

"Petugas terus melakukan koordinasi dengan Polres Halsel untuk proses penegakan hukumnya," imbuh dia.

Kasihan, 6 Burung Kakatua dan Nuri yang Disekap di Paralon Mati
Burung kakatua yang dimasukkan ke paralon. (Foto: Dok. AFP/dtc)

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan dan menangkap penyelundup burung-burung tersebut di Labuha, Maluku Utara, Senin (13/11). Penyelundup memasukkan burung di pipa paralon sempit yang bagian ujung pipanya terdapat kawat. Pipa paralon dibuat seperti kandang.

Dari foto terlihat kondisi burung-burung tersebut yang begitu memprihatinkan. Mereka berada di pipa paralon berukuran sempit yang tidak memungkinkan untuk bergerak leluasa.

Burung-burung juga tampak lemas di dalam 'kandang' pipa paralon tersebut. Burung kakatua putih sendiri terdaftar sebagai salah satu hewan yang terancam punah oleh Perhimpunan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). [dtc]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat