Tanjak akan Dijadikan Souvenir Bagi Wisatawan ke Riau
Senin, 27 November 2017 - 20:38:40 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemerintah di daerah Riau sejak beberapa waktu belakangan ini kembali mempopulerkan tanjak.
Kain yang dililitkan di kepala kaum pria Melayu itu, ke depan akan dijadikan souvenir khas Melayu bagi wisatawan manca negara atau domsetik yang datang ke Bumi Lancang Kuning ini.
Dan ini sudah menjadi tekad Pemrov Riau. Saat ini Pemrov Riau berupaya agar tanjak bisa dipasarkan secara umum dan bisa oleh-oleh. Dan diharapkan dari cara ini memberi nilai ekonomis bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Asrizal Senin (27/11/2017) memberikan pengarahan pada pelatihan tanjak kepada masyarakat dan pengrajin tanjak.
Dikatakan, ke depan masyarakat maupun pengrajin tanjak diharapkan mampu mengelola dan membuat produk tanjak yang lebih kreatif.
Kendala dalam pemasaran tanjak ini harganya yang masih terlalu mahal, sehingga memberatkan wisatawan untuk membeli tanjak sebagai oleh-oleh.
"‎Kalau sekarang harga tanjak itu diatas Rp100 ribu, tentu itu berat bagi pengunjung membeli tanjak. Tapi bagaimana ke depan tanjak ini bisa kita jual dengan harga Rp35 ribu, sehingga wisatawan tertarik untuk membelinya. Jadi pangsannya itu harus kita sesuaikan, ada yang harga bawah, menengah dan atas," paparnya.
Agas tanjak bisa dijual dibawah di pasaran, tambah Asrizal, ‎solusinya tentu dibahan bakunya. Kalau masih menggunakan bahan tenun tentu mahal, tapi bagaimana ke depan membuat tanjak dengan tenun cetakan (printing), sehingga harga jualnya juga relatif murah dan bisa dipasarkan ke umum.
"Kita punya target harga tanjak jangan sampai melebih Rp50 ribu, sehingga orang yang datang ke Riau bisa dengan mudah membawa oleh-oleh tanjak. Seperti di Bali, wisatawan dengan mudah membeli gudeng. Jadi peluang-peluang seperti ini harus kita ciptakan, karena peluang pangsa pasar kelas bawah ini cukup besar, jadi ini yang kita bangun," pungkasnya. [mdi,ckl]
Komentar Anda :