Festival Budaya Melayu 2017 Ditutup, Gubri: Wujudkan Riau Sebagai Pusat Budaya Melayu di Asia Tengga
Kamis, 30 November 2017 - 01:10:50 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Berlangsung cukup meriah selama lima hari, Festival Budaya Melayu 2017 ditutup, Rabu, (29/11/2017) malam.
Acara ini ditutup, Asisten II Setdaprov Riau Masperi di Taman Bujang Mat Syam Bandar Seni Raja Ali Haji.
Selama acara budaya ini berlangsung, Laman Bujang “Mat Syam†Bandar Seni Raja Ali Haji dimerihakan dengan penampilan-penampilan spektakuler yang memanjakan mata penonton yang duduk bersila didepan panggung, termasuk malam penutupan.
Dalam cara penutupan, dari laporan pandangan mata, latar belakang stage penampilan selaras dengan bahasa. Penonton seakan terbawa dalam aksi dan penampilan yang memukau.
Acara penutupan berlangsung sejak 20.47 Wib di awali penampilam tradisi dan kesenian, seperti Kelintang Kuala Patah Parang, Rarak Godang, dan beberapa penampilan menarik lainnya, seperti puisi dari budayawan dan seniman Riau dan diakhiri dengan penampilan Riau Rhytim Chambers.
Penonton juga menyaksikan meriahnnya joget lambak yang mengartikan bahwa suksesnya serangkaian acara sampai malam penutupan.
Dalam vestival ini, diikuti 5 negara Asean, 5 provinsi di luar Riau, 7 delegasi masyarakat adat dan 12 kabupaten kota di Riau.
Selama acara ini berlangsung, tidak hanya penampilan tradisi dan kesenian acara ini juga menghadirkan pameran yang menambah minat warga Riau untuk datang berbondong-bondong dapat hadir langsung, seperti Etnofotografi, Karikatur Canda Benda Budaya.
Asisten II Setdaprov Riau Masperi mewakili Gubri dalam penutupan acara Festival Budaya Melayu ini membacakan sambutan Gubri mengatakan, pentingnya terus menggelorakan kebudayaan Melayu, sebagaimana amanah yang dicita-citakan dalam visi misi Riau 2020 yang mengunginkan daerah ini sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.
"Dibidang ekonomi kita sudah on The track. Dibidang kebudayaan belumlah mendapat tempat luas di masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau sesuai dengan komitmen bapak Gubernur dalam memajukan kebudayaan, sebagai mana visi misi Riau 2020, telah membentuk Dinas Kebudayaan," kata Masperi.
Melalui Dinas Kebudayaan Riau yang sudah dibentuk 2016 lalu itu, dianggap sudah mampu menampakan eksistensinya sebagai instansi yang diberi tanggung jawab dalam memajukan dalam hal kebudayaan.
Terbukti dalam waktu singkat, berkat kerja keras Dinas Kebudayaan ini, Pemprov Riau sudah berhasil mendulang beberapa penghargaan dari pemerintah pusat. Namun, tekad ini harus terus dimaksimalkan untuk mengejar visi misi Riau 2020 yang hanya tinggal tiga tahun lagi. [has, yas,jan]
Komentar Anda :